jump to navigation

Pembalas amal tanpa batas

 

Aku pernah melihat sebuah uraian singkat di sebuah buku “Bila kau membantu orang sementara kau dalam keadaan senang, itu biasa. Tapi, bila kau membantu orang sementara kau dalam keadaan sulit, itu luar biasa…”.

Menurutku menarik, namun tidak pernah aku pikirkan makna dibalik itu.. Sampai suatu hari terjadilah sebuah peristiwa yang hingga kini tak pernah kulupakan.

Ketika itu, jam dzuhur telah tiba… Aku memutuskan untuk sholat berjamaah di mesjid dekat kantorku.. Rasanya, basuhan air wudhu akan menjadi teman indah di saat seperti ini. Setelah sholat dhuhur selesai, aku memutuskan untuk duduk santai sambil menunggu habisnya jam istirahat kantor. Tiba-tiba ada seorang bapak yang berumur sekitar 40 tahunan menghampiriku.. Lantas ia bertanya padaku, ”ade ngantor sekitar sini?” aku jawab, ”Iya pak.. Bapak ngantor sekitar sini juga?” aku bertanya balik padanya ”ohh.. ngga.. saya cuma numpang sholat dhuhur saja..” jawabnya.. Kami asyik ngobrol … tapi, aku melihat bapak itu sedang bingung memikirkan sesuatu..

Aku tidak berani bertanya kenapa, yang aku lakukan hanya melanjutkan obrolan kita. Hingga sesaat kemudian, bapak itu bertanya padaku sambil berulangkali memohon maaf.. ”Mas, sebelumnya saya mohon maaf sekali.. Mohon maaf… Saya sebetulnya malu… Saya sedang kehabisan uang untuk pulang ke kampung rambutan.. Dan saya ingin menukarkan jam tangan saya ini (sambil menunjukkan jam yang sedang dipakainya) dengan uang, cukup 4 ribu saja.” Sejenak aku berpikir, jam tangan itu jauh lebih mahal harganya bila hanya dengan uang 4 ribu.

Dan setelah aku mengingat-ingat, bahwa hari itu aku sendiri sedang ”kesulitan uang”. Yang aku tau, untuk seminggu ke depan, aku hanya mempunyai 60 ribu saja. Karena di ATM pun tidak tersisa. Dan 60 ribu itu untuk uang bensin motor dan lain-lain dalam seminggu ke depan. Tapi, yang aku pikirkan waktu itu adalah, adanya kesempatan untuk ”beramal”. Dan aku tidak peduli, apakah bapak ini jujur atau tidak, yang aku pikirkan, hari itu aku diberikan kesempatan untuk beramal. ”Pak, saya kebetulan tidak mempunyai uang receh, tapi ada 10 ribuan. Mungkin bapak bisa pakai uang ini untuk perjalanan pulang.” aku langsung menjawab sambil memberikan uang 10 ribu tersebut. Bapak itu langsung menerima uang dariku sambil melepas jam tangannya ” Ga usah pak. Jam tangannya di simpan saja. Saya mohon maaf tidak bisa membantu banyak.” sanggah ku. ”Terima kasih banyak ya de.. Maafin bapak, jadi merepotkan ade..” jawab bapa itu. Dan aku jawab sambil berpamitan, karena jam istirahat ku telah habis ” Sama-sama ya pa. Hati-hati dijalan..Assalamualaikum..”.. ”Wa’alaykumsalam” jawab bapa itu…

Berpisahlah kami dan aku lihat bapa itu pun berjalan ke arah jalan besar, mungkin untuk bersegera pulang ke rumahnya.

2 hari kemudian, aku dikejutkan dengan rezeki yang mendadak aku dapatkan. Rp. 1 juta aku dapatkan dalam bentuk pengurangan pinjamanku pada seseorang.

Sejenak aku berpikir ” Ya Alloh, engkau maha pembalas amal tanpa batas.. 10 ribu aku beramal, Kau balas 100 kali lipatnya hari ini… Alhamdulillah.. Terima kasih ya Alloh…

..ADeMu..

 

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: